Jatinangor, daerah berjuta masalah?

Jatinangor, sebagai ” Kota Pendidikan ” ternyata menyimpan 3 masalah utama, sebagai  beikut.

Kemacetan

Pada hari-hari biasa kemacetan tidak dapat terhindarkan. kemacetan akan semakin parah pada jam-jam tertentu, terutama pada jam pulang-pergi mahasiswa, yaitu sekitar pukul  08.00-09.00 WIB, pukul 12.00-13.00 WIB, serta pukul 16.00-17.00 WIB.

Faktor penyebab kemacetan tersebut adalah :

  1. Kondisi jalan raya yang kecil
  2. Pengaturan lalu lintas yang semrawut
  3. Perilaku pengguna jalan raya (terutama sopir angkot) yang berhenti sembarangandi tengah jalan.

Hal-hal yang memperparah kemacetan di Jatinangor adalah :

  1. Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun.
  2. Pembengkakan jumlah mahasiswa  perguruan tinggi yang ada di Jatinangor.
  3. Pembangunan sentra-sentra usaha seperti mall dan supermarket di sepanjang jalan Jatinangor.

Sosial Budaya

Beberapa masalah sosial-budaya yang terjadi di Jatinangor :

  1. Kekerasan pelajar (terjadi beberapa tahun silam pada praja STPDN)
  2. Ditemukannya kasus pesta narkotik, seks bebas, serta aborsi.

Seakan sebuah gunung es, beberapa kasus di atas seolah menjadi titik terungkapnya ke permukaan berbagai permasalahan lainnya di Jatinangor. Dalam konteks sosial budaya, oleh sebagian kalangan masyarakat, dirasakan terdapat banyak perubahan kearah yang kurang bagus. Seperti  munculnya budaya konsumerisme, pergaulan bebas, individualisme, kriminalitas dan lain-lainnya.

Sanitasi dan Lingkungan

Jatinangor berkembang secara pesat setelah berdirinya beberapa Perguruan Tinggi. Pembangunan ini bersifat positif, namun sayangnya masih belum memiliki tertata dengan rapi. Beberapa bangunan terkesan bisa dibangun dimana saja tanpa memperhatikan tata letaknya. Pembangunan yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan munculnya masalah-masalah lingkungan dan sanitasi.

Sanitasi air dan sampah di kawasan Jatinangor pada saat ini dirasakan sangat kritis, mengkhawatirkan. Ketersediaan air bersih semakin hari semakin berkurang secara signifikan. Hal ini bisa jadi dikarenakan berkurangnya daerah resapan karena hampir sebagian daerah permukiman mahasiswa telah tertutup oleh beton dan sejenisnya.

Masalah lainnya, hampir setiap tahun di musim penghujan terjadi banjir, dan terahir pada pekan lalu merupakan kejadian terparah, yang mengakibatkan 1.996 KK (kepala keluarga) di Kecamatan Jatinangor menjadi korban, dengan jumlah kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah. Terjadinya banjir disebabkan oleh pendangkalan aliran sungai Cikeruh di Kecamatan Jatinangor dan Citarik di Kecamatan Cimanggung.

Kembali lagi pada masalah air, berkurangnya debit air tanah bersih dan letak sumur yang terlalu dekat dengan pembuangan limbah manusia (septictank) tentunya akan sangat berpengaruh pada kualitas air yang dihasilkan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini bahkan menjadi kajian tersendiri oleh beberapa kalangan.

Ditambah semakin berhimpitnya jarak antara bangunan kos-kosan yang satu dengan yang lainnya, tanpa menyisakan ruang yang cukup untuk sekedar masuknya cahaya. Hal ini terlihat di sekitar Jalan Ciseke, Gang Mawar, depan Unpad, serta beberapa tempat yang lain.

Selain hal tersebut di atas, penanganan pembuangan sampah dan limbah dapur (rumah tangga) juga menjadi masalah tersendiri. Saat ini masih banyak terjadi penumpukan sampah di sekitar jalan raya Jatinangor dan di sekitar kosa-kosan mahasiswa. Masalah yang lainnya yakni munculnya ancaman kesehatan seperti penyakit menular yang disebabkan oleh banyaknya hama tikus liar (tikus got) di areal permukiman mahasiswa, lalat, dan sebagainya.

Tidak jauh-jauh dari gerbang kampus Unpad, masalah pembuangan air kotor pun menjadi masalah tersendiri. Dengan kondisi selokan yang tidak tertata dengan baik, sampah dimana-dimana, serta saluran irigasi yang tertutup oleh bangunan-bangunan usaha, terkadang luapan air (banjir) ditimbulkan dari selokan di depan gerbang kampus.

Itulah masalah-masalah yang terjadi di Jatinangor. Semoga pemaparan masalah-masalah ini membuat kita sadar untuk menjadi penggerak. Seseorang yang berperan untuk menyelesaikan masalaht, bukan menjadi penyebab masalah bagi kota tempat kita menuntut ilmu.

Categories: SCORE! | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: