Belajar dari Ketua UKM

Salah satu tugas Score adalah mewawancarai Ketua UKM selama 2 periode, dengan pertanyaan sebagai berikut :

1. Bagaimana kondisi kemahasiswaan saat menjabat?

2. Bagaimana kondisi UKM saat menjabat?

3, Apa tujuan atau goal yang belum tercapai?

Saya mewawancarai Ketua DKM Asy Syifaa 2 periode kebelakang, K’Hamda dan K’Yasir. Berikut hasil wawancara saya :

K’yasir 08

”  kondisi kemahasiswaan saat itu tidak jauh berbeda dgn kondisi saat ini, namun tetap ada beberapa perbedaan. pertama, saat itu DKM masih tetap berkoordinasi dgn senat, dan senat berkoordinasi dgn PD 3 (dr.janurasih) yg memang mengurus kemahasiswaan saja. kedua, proses kaderisasi dari FK juga berencana disatukan, sehingga proses mabim mengalami perbaikan, dan saat itu, senat mencanangkan wacana pembuatan GBHPK (Garis Besar  Haluan Pembinaan dan Kaderisasi) yg melibatkan semua UKM, termasuk DKM. ketiga, saat itu, tidak banyak UKM yg membuat acara-acara besar. yg membuat acara besar saat itu ialah DKM, CIMSA, Senat, dan PSM.

Sy terpilih menjadi ketua DKM pd bulan februari 2010, dan proses persiapan pembentukan pengurus baru selesai pada akhir maret (ini kelamaan,,kalian jangan gini yaa..:D) sehingga proker baru bisa dijalankan pada awal april. Ini berakibat tidak sejalannya timing proker DKM dgn senat dan UKM lain sehingga sy dan teman” berinisatif utk memperpendek masa bakti kami sebagai pengurus. Kami memulai pemilihan ketua DKM pada bulan November 2010, dan masa kepengurusan pun berakhir pada bulan Desember 2010 sehingga periodik kepengurusan DKM bisa sejalan dgn periodik senat dan dekanat. hal ini berefek pada proposal tahunan yg harus masuk ke dekanat.
Untuk proker, kami tidak merencanakan banyak membuat proker besar pada masa kepengurusan 2010 karena keterbatasan waktu dan target lain yg ingin kami capai. target kami saat itu ialah merutinkan proker pekanan (contoh:taklim) dan memperbaiki proses kaderisasi. ALhamdulillah pada saat itu taklim sudah rutin dilaksanakan, dan pembuatan Grand Design Tarbiyah sudah dikerjakan. saat itu kami juga mengaktifkan kembali departemen Universe yg sempat vakum sebelumnya. Hal lain yg kami mulai aktifkan kembali pada saat itu ialah Divisi Kemasjidan. Pada kepengurusan sebelumnya, divisi ini dihilangkan, namun kami aktifkan kembali karena keterbutuhan yg kami lihat muncul kembali. Proker besar yg kami buat saat itu ialah Saphire 5 yg cakupannya di wilayah bandung. Dan salah satu capaian yg berhasil kami gapai ialah hadirnya kembali jaket DKM Asy Syifaa’.
Selain itu, kepengurusan kamii juga mengalami banyak pergolakan yg hebat. pertama, pada masa itu, masjid Asy Syifaa’ harus di pindahkan untuk pembangunan A6 (mungkin perlu diketahui,batu pertama A6 diletakkan oleh pengurus DKM..:D) sehigga masjid pindah ke A1, dan disana hal yg tersulit untuk dilakukan ialah menjaga batas suci. pergolakan lain yg terjadi ialah pengunduran diri salah satu Kadep sehingga harus melakukan hand over ditengah kepengurusan. kemudian, salah satu departemen juga mengalami kevakuman sehingga prokernya pun tidak terlaksana. Salah satu kebermanfaatan yg belum terasa merata ialah keberadaan DPO. batasan kerja DPO saat itu belum jelas dan banyak DPO yg berperan seperti pengurus.
 Tujuan yg belum dapat kami capai ialah menjadikan DKM sebagai UKM primer dari setiap pengurus yg terdaftar. lalu, saat itu kami berencana membuat SOP utk pengurus namun belum dapat kami realisasikan. kami juga belum dapat merutinkan penyebaran media cetak dari DKM. kami juga belum mampu merealisasikan pengadaan sumber dana yg kontinyu bagi DKM. pembuatan Grand Design Syiar juga belum berjalan pada masa kepengurusan kami. “

K’Hamda 09

” Keaktivan diivisi-divisi yang menurut saya tahun ini cukup merata. Insya Allah thn saya ga ada divisi yang masti suri-nya kronis banget. karena mati suri kronis divisi-divis ini pernah saya temui di thn2 sebelumnya. saya ga pengen ini terulang lagi.

Pengurus inti Asy Syifaa tetap bertahan. Saya bersyukur dapet temen2 lingkaran inti yang menurut saya kuat dan solid seperti sekarang. Terlalu berlebihan juga kalau dibilang sangat solid. Tapi menurut saya, kondisi tahun ini sudah keren, setidaknya mau buat diajakin negrjain tugas. Ukhuwahnya juga cukup baik.

Hal yang dilakukan selanjutnya adalah memperjelas hal-hal yang sifatnya dasar dan sistem, seperti AD/ADRT, GBHD, struktur, GDT, GDS, SOP, dan Job Desc.

Selain itu, merapika pola koordinasi dengan ada sistem birokrasi bertingkat.

Mengenai kondisi Asy Syifaa saat periode saya, banyak hal yang harus dibenahi, seperti jawaban pertanyaan sebelumnya.

Selanjutnya tujuan atau goal yang belum tercapai dari Asy Syifaa adalah :

– manajemen tarbiyah yang belum rapi dan syiar yang terkesan monoton, baik secara metode maupun massa yang datang.

– masih ada proker yang belum terlaksana dan hanya sebatas pada wacana.

– profesionalitas dari staff masih harus ditingkatkan. “

Itulah hasil wawancara saya dengan K’Yasir dan K’Hamda. Banyak belajar dari pengalaman serta hal-hal yang mereka ungkapkan. Hal ini memotivasi saya untuk semakin banyak belajar dan berbuat sesuatu yang lebih baik. Seperti hadist Rasulullah :

“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang
beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang
yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah
tergolong orang yang celaka”

Yup, ada perbaikan di setiap generasi! We have to moving on! Semangat!

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: